Tinjauan Pustaka

 

Tinjauan-Pustaka

 

Setiap penelitian berawal dari tiga factor ketertarikan (interest), ide atau gagasan, dan teori yang melandasinya. Dalam mencari gagasan mengenai topic apa yang hendak diteliti, ketiga factor tersebut berperan penting. Diawali dengan adanya ketertarikan, munculnya ide atau gagasan, dan dilanjutkan dengan mencari teori yang relevan. Namun ketiga factor tersebut tidak mesti bersifat linier. Peneliti sering kali bergerak bolak-balik di antara ketiga factor tersebut. Ketertarikan awal dapat mengarahkan peneliti pada munculnya idedan gagasan yang memiliki kaitan dengan suatu teori tertentu, dan teori yang dipelajari dapat menginspirasi munculnya ide dan gagasan baru yang menghasilkan ketertarikan baru.

 

Peneliti yang melaksanakan suatu penelitian ilmiah tidak akan pernah memulai proyek penelitiannya tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan literature yang mendukung untuk mempelajari apa yang telah dilakukan peneliti lain terkait dengan topic penelitian yang akan kita lakukan, bagaimana melakukannya, dan apa hasil atau temuan yang diperoleh. Peneliti berpengalaman selalu menjadikan tinjauan pustaka (literature review) sebagai salah satu langkah paling penting dalam proses penelitian. Dengan mempelajari segala literature terkait dengan topic penelitian yang hendak dilaksanakan, maka peneliti akan memperoleh informasi dari penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya tanpa melakukan hal-hal yang tidak perlu sehingga dapat menghemat waktu, upaya, dan uang. Penelitian tanpa didahului tinjauan literature sama saja dengan mengabaikan salah satu tahap atau langkah penelitian yang seharusnya dilakukan dalam proses penelitian.

 

Suatu tinjauan pustaka bertujuan untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut ini. Menjawab berbagai pertanyaan ini akan membantu peneliti merumuskan hipotesis penelitian atau pertanyaan penelitian:

  • Jenis penelitian apa yang telah dilakukan sebelumnya terkait dengan topic penelitian yang hendak dilaksanakan?
  • Apa hasil penelitian atau temuan yang diperoleh dari penelitan sebelumnnya?
  • Apa saran peneliti sebelumnya untuk diteliti lebih lanjut?
  • Apa yang belum diteliti?
  • Bagaimana penelitian yang dilaksanakan mampu menambah pengetahuan kita di bidang bersangkutan?
  • Metode penelitian apa yang digunakan dalam penelitian sebelumnya?

 

Tinjauan terhadap berbagai literature yang relevan memungkinkan kita memiliki berbagai pilihan dalam melaksanakan penelitian termasuk pilihan terhadap metode yang hendak digunakan. Pada dasarnya, setiap metode penelitian memiliki kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Misal, peneliti sebelumnya telah melaksanakan penelitian dengan topic yang kita inginkan, namun penelitian sebelumnya menggunakan metode riset lapangan (observasi). Dapatkah kita merancang penelitian dengan topic yang sama, namun dengan menggunakan metode eksperimen guna menguji temuan yang sudah diperoleh sebelumnya? Atau dapatkah kita menggunakan teknik statistic tertentu yang dapat digunakan untuk menguji kesimpulan yang telah dihasilkan? Apakah penggunaan metode survey akan menghasilkan kesimpulan yang sama ataukah berbeda? Menggunakan beberapa metode penelitian yang berbeda untuk menguji suatu hasil penelitian yang sama dinamakan dengan trianggulasi.

Dipublikasi di Analisis Data Kuantitatif di Malang, Analisis Data Statistik Terbaik di Universitas Muhammadiyah Malang, Konsultasi Statistik Penelitian, Olah Data SPSS Malang, Pusat Analisis Data Statistik Malang | Tag , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Apakah penelitian mengandung Bahaya?

bahaya

 

Peneliti harus mempertimbangkan apakah proyek penelitiannya dapat menimbulkan bahaya terhadap subjek penelitian atau pada diri sendiri. Apakah responden akan merasa ketakutan jika kita wawancarai, apakah mereka harus menjawab pertanyaan yang mempermalukan diri mereka, atau melakukan tindakan tertentu yang mempermalukan diri mereka.

Sebelum sebuah penelitian dilaksanakan yang melibatkan manusia, responden hendaknya diberitahu terlebih dahulu mengenai prosedur penelitian yang hendak dilaksanakan untuk memastikan bahwa penelitian yang dilakukan tidak akan membahayakan mereka secara fisik.

Dipublikasi di Analisis Data Kuantitatif di Malang, Analisis Data Statistik Jember, Analisis Data Statistik Kediri, Analisis Data Statistik Malang, Analisis Data Statistik Mataram, Analisis Data Statistik Medan, Analisis Data Statistik Pasuruan, Analisis Data Statistik Probolinggo, Analisis Data Statistik Sidoarjo, Analisis Data Statistik Situbondo, Analisis Data Statistik Surabaya, Analisis Data Statistik Terbaik dengan SPSS, Analisis Data Statistik Terbaik di Universitas Muhammadiyah Malang, Analisis Data Statistik Yogyakarta, Konsultasi Statistik Penelitian, Olah Data SPSS Malang, Pelatihan SPSS Malang, Pelatihan Statistik Terapan, Pusat Analisis Data Statistik Malang, Survey dan Riset, Training Statistika di Malang | Tag , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Apakah Biaya penelitian dapat Terjangkau?

biaya-terjangkau

 

Peneliti harus melakukan analisis kebutuhan biaya sebelum melaksanakan penelitian. Rencana penelitian yang disusun dalam suatu proposal akan menjadi tidak berguna jika peneliti tidak dapat membuat perkiraan mengenai kebutuhan dana penelitiannya. Dalam banyak kasus, layak atau tidak layaknya suatu penelitian ditentukan oleh dana penelitian yang tersedia. Peneliti bisa saja memiliki ide penelitian cemerlang, tetapi dana tidak tersedia atau tidak mencukupi, maka penelitian tidak dapat dilaksanakan.

 

Daftar perinci kebutuhan penelitian seperti peralatan penelitian, fasilitas yang dibutuhkan dan kebutuhan lainnya harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum melaksanakan penelitian. Jika kebutuhan biaya tampaknya tidak mencukupi, peneliti harus menentukan apakah tujuan yang sama dapat tercapai dengan melakukan pemotongan pos-pos anggaran tertentu.  Misalnya, dibutuhkan biaya yang cukup besar untuk mencetak dan mengirimkan kuesioner kepada responden melalui telepon, atau kembali mengirimkan surat untuk menanyakan tanggapan atau jawaban responden. Dapatkah peneliti mengumpulkan data melalui wawancara, melalui telepon atau dengan mengirimkan surat elektronik (email) sehingga pengeluaran untuk mencetak kuesioner dan mengirimkannya dapat ditiadakan.

 

Dalam hal kebutuhan dana masih belum mencukupi, bantuan dana penelitian eksternal dapat pula dipertimbangkan. Beberapa organisasi, pemerintah dan non-pemerintah, terkadang memberikan bantuan dana penelitian. Dalam hal ini, peneliti harus menguraikan secara perinci kebutuhan dana penelitiannya, digunakan untuk apa saja dana penelitian yang akan diterima. Misalnya, honor personalia penelitian, pembelian atau sewa alat, bahan baku, komunikasi, dan surat menyurat. Bahkan dalam hal, Anda membiayai sendiri penelitian, Anda harus menyediakan waktu untuk memerinci kebutuhan dana penelitian seperti: alat tulis menulis, fotokopi, telepon, transportasi, dan disc computer.

 

Selain itu, waktu merupakan hal penting yang harus dipertimbangkan sebelum melaksanakan penelitian. Penelitian harus dirancang sedemikian rupa agar dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Banyak penelitian yang gagal karena peneliti tidak menyediakan cukup waktu untuk setiap langkah penelitian yang harus ditempuhnya. Dalam banyak kasus, tekanan untuk menyelesaikan penelitian sesuai tenggat waktu menimbulkan masalah dalam menghasilkan hasil penelitian yang valid dan dapat dipercaya (misalnya, gagal untuk menyediakan alternative dalam hal sampel yang seharusnya dipilih ternyata tidak tersedia).

Dipublikasi di Analisis Data Statistik Malang, Konsultasi Statistik Penelitian, Olah Data SPSS Malang, Pelatihan SPSS Malang, Pelatihan Statistik Terapan, Pusat Analisis Data Statistik Malang, Survey dan Riset | Tag , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Apa hasilnya dapat Digenarilisasi?

digeneralisasi

Suatu penelitian akan memiliki nilai praktis, tidak sekedar menjadi analisis, jika memiliki validitas eksternal. Hal ini berarti hasil penelitian dapat digeneralisasi pada situasi yang berbeda. Misal, suatu penelitian untuk mengetahui efek kampanye hubungan masyarakat di suatu kota kecil dapat pula diterapkan di kota-kota lainnya. Penelitian berupa studi kasus tidak ditujukan untuk digeneralisasi. Hal ini berarti penelitian memiliki validitas eksternal kecil, dan tidak dapat dihubungkan dengan situasi lainnya.

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Apakah Masalahnya Penting ?

 

 

masalah-penting

Apakah masalahnya penting ? Penting bagi kita untuk menentukan apakah topic yang tengah kita pertimbangkan bermanfaat dan berharga sebelum kita mulai melaksanakan penelitian. Kita harus dapat mengemukakan nilai praktis dan teoritis dari penelitian yang akan dilakukan. Pertanyaan pertama yang perlu kita ajukan terkait hal ini adalah: Apakah hasil  penelitian akan mampu menambah menambah dan memperkaya pengetahuan yang sudah ada sebelumnya? Apakah tujuan penelitian dapat membantu orang lain untuk dapat lebih memahami masalah dan pertanyaan yang ada pada bidang studi tertentu? Jika penelitian tidak menjawab berbagai pertanyaan ini dengan baik, maka besar kemungkinan penelitian yang dilakukan tidak penting dan tidak bermanfaat. Tentu saja, tidak semua peneliti harus membahas topic-topik besar dan monumental jika ternyata masalah atau pertanyaan penelitian yang lebih kecil dan sederhana ternyata lebih penting.

 

Pertanyaan kedua adalah: Apa tujuan penelitian sebenarnya? Pertanyaan ini penting karena membantu kita untuk focus terhadap penelitian. Apakah penelitian ditujukan untuk menyusun disertasi, tesis, jurnal ilmiah, keputusan manajemen atau sekadar untuk membuat makalah yang akan dipresentasikan di depan kelas. Setiap proyek penelitian memiliki jumlah latar belakang informasi, tingkat penjelasan, dan perincian hasil penelitian yang berbeda-beda.

Dipublikasi di Analisis Data Kuantitatif di Malang, Analisis Data Statistik, Analisis Data Statistik Banyuwangi, Analisis Data Statistik Blitar, Analisis Data Statistik Denpasar, Analisis Data Statistik di Universitas Brawijaya, Analisis Data Statistik di Universitas Islam Malang, Analisis Data Statistik di Universitas Merdeka, Analisis Data Statistik di Universitas Negeri Malang, Analisis Data Statistik di Universitas UIN Maliki Malang, Analisis Data Statistik GSCA, Analisis Data Statistik Jakarta, Analisis Data Statistik Jember, Analisis Data Statistik Jombang, Analisis Data Statistik Kediri, Analisis Data Statistik Klaten, Analisis Data Statistik Lampung, Analisis Data Statistik Lombok, Analisis Data Statistik Lumajang, Analisis Data Statistik Makasar, Analisis Data Statistik Malang, Analisis Data Statistik Mataram, Analisis Data Statistik Medan, Analisis Data Statistik Nganjuk, Analisis Data Statistik Palangkaraya, Analisis Data Statistik Palembang, Analisis Data Statistik Pasuruan, Analisis Data Statistik Pontianak, Analisis Data Statistik Probolinggo, Analisis Data Statistik Quality Control, Analisis Data Statistik Riau, Analisis Data Statistik Riset Operasi, Analisis Data Statistik SEM, Analisis Data Statistik Semarang, Analisis Data Statistik Sidoarjo, Analisis Data Statistik Singaraja, Analisis Data Statistik Situbondo, Analisis Data Statistik Sobel Test, Analisis Data Statistik Solo, Analisis Data Statistik Sulawesi, Analisis Data Statistik Surabaya, Analisis Data Statistik Tabanan, Analisis Data Statistik Terbaik dengan AMOS, Analisis Data Statistik Terbaik dengan Eviews, Analisis Data Statistik Terbaik dengan GeSCA, Analisis Data Statistik Terbaik dengan Lisrel, Analisis Data Statistik Terbaik dengan Minitab, Analisis Data Statistik Terbaik dengan R, Analisis Data Statistik Terbaik dengan SAS, Analisis Data Statistik Terbaik dengan SmartPLS, Analisis Data Statistik Terbaik dengan SPSS, Analisis Data Statistik Terbaik dengan STATA, Analisis Data Statistik Terbaik dengan WarPLS, Analisis Data Statistik Terbaik di Politeknik Negeri Malang (POLINEMA), Analisis Data Statistik Terbaik di Poltekes Kemenkes, Analisis Data Statistik Terbaik di Universitas Muhammadiyah Malang, Analisis Data Statistik Terbaik di Universitas Wisnuwardhana, Analisis Data Statistik Time Series, Analisis Data Statistik Uji Intrumen Penelitian, Analisis Data Statistik Yogyakarta, Analisis Data Statitsik Uji Asumsi Klasik, Konsultasi Statistik Penelitian, Olah Data SPSS Malang, Pelatihan SPSS Malang, Pelatihan Statistik Terapan, Pusat Analisis Data Statistik Malang, Survey dan Riset | Tag , , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Apakah data dapat dianalisis?

data-dianalisis

 

Sebuah topik tidak akan menghasilkan riset yang produktif jika data yang terkumpul tidak dapat diukur dengan cara yang valid dan dapat dipercaya. Dengan kata lain, misalnya, peneliti yang ingin mengukur efek tidak menonton televisi harus mempertimbangkan apakah informasi mengenai perilaku subjek penelitian dapat mencukup dan dapat dipercaya, apakah subjek akan menjawab pertanyaan secara jujur, apa pentingnya data jika telah berhasil dukumpulkan, dan seterusnya. Peneliti juga memerlukan data yang cukup agar menghasilkan penelitian yang berharga. Penelitian mengenai efek tanpa televisi tidak akan dapat diterima jika melibatkan hanya 10 subjek penelitian karena hasilnya tidak dapat digeneralisasi.

 

Pertimbangan lain, apakah peneliti memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang statistik dalam hal penelitian membutuhkan metode statistik? Apakah peneliti betul-betul memahami analisis statistik yang akan digunakannya. Peneliti perlu mengetahui bagaimana statistik bekerja dan bagaimana menginterpretasikan hasilnya. Sering kali peneliti merancang penelitiannya dengan menggunakan prosedur statistik yang rumit yang tidak pernah digunakannya. Cara ini pada akhirnya hanya akan menimbulkan kesalahan dan perhitungan dan interpretasinya.

 

Pemilihan metode riset dan prosedur statistik tidak dapat dilakukan hanya karena metode atau prosedur statistik tersebut popular digunakan atau karena saran orang lain, tetapi pemilihan dilakukan karena keduanya cocok terhadap penelitian yang dilaksanakan, dan dimengerti oleh orang yang melakukan penelitian. Kesalahan yang umum dilakukan peneliti pemula adalah karena memilih metode statistik tanpa memahami apa yang akan dihasilkannya. Adalah lebih bijaksana untuk meggunakan frekuensi dan persentase sederhana dan memahami hasilnya daripada mencoba menggunakan statistik tingkat tinggi namun berakhir kebingungan.

Dipublikasi di Analisis Data Kuantitatif di Malang, Analisis Data Statistik Jember, Analisis Data Statistik Kediri, Analisis Data Statistik Lumajang, Analisis Data Statistik Makasar, Analisis Data Statistik Malang, Analisis Data Statistik Palembang, Analisis Data Statistik Pasuruan, Analisis Data Statistik Probolinggo, Analisis Data Statistik Situbondo, Analisis Data Statistik Surabaya, Analisis Data Statistik Terbaik dengan AMOS, Analisis Data Statistik Terbaik dengan Eviews, Analisis Data Statistik Terbaik dengan Excell, Analisis Data Statistik Terbaik dengan GeSCA, Analisis Data Statistik Terbaik dengan Lisrel, Analisis Data Statistik Terbaik dengan Minitab, Analisis Data Statistik Terbaik dengan R, Analisis Data Statistik Terbaik dengan SAS, Analisis Data Statistik Terbaik dengan SmartPLS, Analisis Data Statistik Terbaik dengan SPSS, Analisis Data Statistik Terbaik dengan STATA, Analisis Data Statistik Terbaik dengan WarPLS, Analisis Data Statistik Terbaik di Universitas Muhammadiyah Malang, Analisis Data Statistik Terbaik di Universitas Wisnuwardhana, Analisis Data Statistik Uji Intrumen Penelitian, Analisis Data Statistik Yogyakarta, Konsultasi Statistik Penelitian, Pelatihan SPSS Malang, Pelatihan Statistik Terapan, Pusat Analisis Data Statistik Malang, Survey dan Riset | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Apakah Topik Penelitian Kita dapat diteliti?

topik-diteliti.jpg

 

Agar topik penelitian kita dapat diteliti, maka dalam sebuah penelitian perlu mempertimbangkan :
1. Tujuan penelitian dapat dicapai apabila fasilitas dan informasi tersedia dengan sebaik-baiknya.

Misal :
Sebuah penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku komunikasi keluarga yang tidak memiliki televisi di rumahnya.
Untuk menjawab tujuan penelitian tersebut, peneliti harus mencari keluarga yang tidak memiliki pesawat televisi di rumahnya.
Peneliti tersebut meneliti perilaku komunikasi seseorang tanpa televisi selama seminggu.
Peneliti membujuk responden untuk tidak menghidupkan televisi selama seminggu, kemudian mencatat segala aktivitasnya yang mencakup penggunaan media lain, interaksi antara-anggota keluarga, teman, dan sebagainya.
Permasalahan pun akhirnya terjadi, yaitu responden tidak jujur, tetap menonton televisi tanpa sepengetahuan peneliti.

 
2. Istilah atau konsep atau variabel yang digunakan dalam penelitian sebaiknya dapat didefinisikan atau memiliki definisi operasional.

Misal :
Seorang peneliti ingin meneliti “penggunaan media oleh pemuda”
Maka peneliti tersebut harus mendefinisikan kata “pemuda”.
“Pemuda adalah orang yang berumur 17-23 tahun”.
Media yg akan digunakan media yg seperti apa?
Media cetak, media visual, media sosial, dsb.

 
3. Meninjau keberadaan literature untuk menentukan apakah topik yang kita pilih telah diteliti orang lain sebelumnya.
Jika ada, maka kita sebaiknya melakukan kebaruan penelitian tersebut, masalah apa yang belum terselesaikan pada penelitian sebelumnya? Metode apa yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut?
Apakah kesimpulan yang sudah diambil.

Dipublikasi di Analisis Data Kuantitatif di Malang, Analisis Data Statistik Banyuwangi, Analisis Data Statistik Denpasar, Analisis Data Statistik di Universitas Brawijaya, Analisis Data Statistik di Universitas Islam Malang, Analisis Data Statistik di Universitas Merdeka, Analisis Data Statistik di Universitas Negeri Malang, Analisis Data Statistik di Universitas UIN Maliki Malang, Analisis Data Statistik GSCA, Analisis Data Statistik Jember, Analisis Data Statistik Jombang, Analisis Data Statistik Kediri, Analisis Data Statistik Lampung, Analisis Data Statistik Lombok, Analisis Data Statistik Lumajang, Analisis Data Statistik Makasar, Analisis Data Statistik Malang, Analisis Data Statistik Mataram, Analisis Data Statistik Medan, Analisis Data Statistik Multidimension Scaling (MDS), Analisis Data Statistik Pasuruan, Analisis Data Statistik Probolinggo, Analisis Data Statistik Semarang, Analisis Data Statistik Singaraja, Analisis Data Statistik Situbondo, Analisis Data Statistik Surabaya, Analisis Data Statistik Terbaik dengan AMOS, Analisis Data Statistik Terbaik dengan Eviews, Analisis Data Statistik Terbaik dengan Excell, Analisis Data Statistik Terbaik dengan GeSCA, Analisis Data Statistik Terbaik dengan Lisrel, Analisis Data Statistik Terbaik dengan Minitab, Analisis Data Statistik Terbaik dengan R, Analisis Data Statistik Terbaik dengan SAS, Analisis Data Statistik Terbaik dengan SPSS, Analisis Data Statistik Terbaik dengan STATA, Analisis Data Statistik Terbaik dengan WarPLS, Analisis Data Statistik Terbaik di Politeknik Negeri Malang (POLINEMA), Analisis Data Statistik Terbaik di Poltekes Kemenkes, Analisis Data Statistik Terbaik di Universitas Muhammadiyah Malang, Analisis Data Statistik Terbaik di Universitas Wisnuwardhana, Analisis Data Statistik Yogyakarta, Konsultasi Statistik Penelitian, Pelatihan SPSS Malang, Pusat Analisis Data Statistik Malang | Tag , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Apakah topik penelitian terlalu luas ?

topik-penelitian-luas

Ketika kita telah mendapatkan topik riset yang hendak kita teliti, langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa topik dan masalah penelitian tersebut memang berharga dan bernilai untuk diteliti. Caranya dengan menjawab tujuh pertanyaan dasar sebagaimana yang kami jelaskan pada pembahasan sebelumnya tentang “Pemilihan Topik Penelitian”. Sekarang akan coba kami bahas satu persatu 7 pertanyaan dasar tersebut.

Apakah topik penelitian terlalu luas ? Suatu topik penelitian hendaknya tidak terlalu luas tetapi sebaiknya membatasi diri pada wilayah atau bidang penelitian yang cukup  sempit. Topik penelitian yang mencakup keseluruhan wilayah suatu bidang studi merupakan topik yang terlalu luas. Peneliti pemula sering kali memilih topik penelitian yang terlalu luas untuk dapat dicakup dalam suatu penelitian. Missal, “Efek Kekerasan di Televisi terhadap Anak-anak,” atau “ Efek Informasi Media Massa terhadap Pemilih pada Pemilu Presiden”.

 

Misal, seseorang peneliti pemula di Universitas Colorado pernah tertarik untuk meneliti mengapa penonton televisi menyukai program televisi tertentu, dan bagaimana penonton menilai suatu program sebagai menarik atau tidak menarik. Sayangnya, topik ini terlalu luas. Untuk mempersempit topik, si mahasiswa menentukan terlebih dahulu, misalnya, program jenis apa yang hendak ditelitinya. Setelah dipertimbangkan kembali, akhirnya ia memilih topik mengenai “elemen-elemen keberhasilan” program sinetron televisi.

 

Sumber: Metode Penelitian Survey  (Morissan, M.A)

Dipublikasi di Analisis Data Statistik, Pelatihan SPSS Malang, Pelatihan Statistik Terapan, Pusat Analisis Data Statistik Malang, Survey dan Riset | Tag , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Pemilihan Topik Penelitian

 

pemilihan

Banyak sekali hal yang menimbulkan pertanyaan pada diri seseorang. Kita sering kali bertanya pada diri sendiri, “mengapa sesuatu itu seperti itu? Mengapa hal itu terjadi? Apa penyebabnya?” Sering kali media massa menjadi sumber inspirasi bagi pemilihan masalah penelitian. Ketika kita telah mendapatkan topik riset yang hendak kita teliti, langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa topic dan masalah penelitian tersebut memang berharga dan bernilai untuk diteliti. Caranya dengan menjawab tujuh pertanyaan dasar berikut:

  • Apakah topic penelitian terlalu luas ?
  • Apakah topic dapat diteliti ?
  • Apakah data dapat dianalisis ?
  • Apakah masalahnya penting ?
  • Apakah hasilnya dapat digeralisasi ?
  • Apakah biaya penelitian dapat terjangkau ?
  • Apakah penelitian mengandung bahaya ?

 

sumber: Metode Penelitian Survey (Morissan, M.A)

Dipublikasi di Analisis Data Kuantitatif di Malang, Analisis Data Statistik, Analisis Data Statistik Ambon, Analisis Data Statistik Bali, Analisis Data Statistik Bandung, Analisis Data Statistik Banyuwangi, Analisis Data Statistik Batam, Analisis Data Statistik Bekasi, Analisis Data Statistik Biplot, Analisis Data Statistik Blitar, Analisis Data Statistik Bogor, Analisis Data Statistik Bondowoso, Analisis Data Statistik Brunei, Analisis Data Statistik CFA, Analisis Data Statistik Cluster, Analisis Data Statistik Conjoint, Analisis Data Statistik Denpasar, Analisis Data Statistik Deskriptif, Analisis Data Statistik di Universitas Brawijaya, Analisis Data Statistik di Universitas Islam Malang, Analisis Data Statistik di Universitas Merdeka, Analisis Data Statistik di Universitas Negeri Malang, Analisis Data Statistik di Universitas UIN Maliki Malang, Analisis Data Statistik Diskriminan, Analisis Data Statistik EFA, Analisis Data Statistik GSCA, Analisis Data Statistik Inferensia, Analisis Data Statistik Jakarta, Analisis Data Statistik Jayapura, Analisis Data Statistik Jember, Analisis Data Statistik Jombang, Analisis Data Statistik Kediri, Analisis Data Statistik Klaten, Analisis Data Statistik Korespondensi, Analisis Data Statistik Lampung, Analisis Data Statistik Lombok, Analisis Data Statistik Lumajang, Analisis Data Statistik Makasar, Analisis Data Statistik Malang, Analisis Data Statistik MANOVA, Analisis Data Statistik Mataram, Analisis Data Statistik Medan, Analisis Data Statistik Multidimension Scaling (MDS), Analisis Data Statistik Nganjuk, Analisis Data Statistik Palangkaraya, Analisis Data Statistik Palembang, Analisis Data Statistik Pasuruan, Analisis Data Statistik Path, Analisis Data Statistik PLS, Analisis Data Statistik Pontianak, Analisis Data Statistik Probolinggo, Analisis Data Statistik Quality Control, Analisis Data Statistik Regresi, Analisis Data Statistik Reliabilitas Survival, Analisis Data Statistik Riau, Analisis Data Statistik Riset Operasi, Analisis Data Statistik SEM, Analisis Data Statistik Semarang, Analisis Data Statistik Sidoarjo, Analisis Data Statistik Singaraja, Analisis Data Statistik Situbondo, Analisis Data Statistik Sobel Test, Analisis Data Statistik Solo, Analisis Data Statistik Sulawesi, Analisis Data Statistik Surabaya, Analisis Data Statistik Tabanan, Analisis Data Statistik Terbaik ANCOVA, Analisis Data Statistik Terbaik ANOVA, Analisis Data Statistik Terbaik dengan AMOS, Analisis Data Statistik Terbaik dengan Eviews, Analisis Data Statistik Terbaik dengan Excell, Analisis Data Statistik Terbaik dengan GeSCA, Analisis Data Statistik Terbaik dengan Lisrel, Analisis Data Statistik Terbaik dengan Minitab, Analisis Data Statistik Terbaik dengan R, Analisis Data Statistik Terbaik dengan SAS, Analisis Data Statistik Terbaik dengan SmartPLS, Analisis Data Statistik Terbaik dengan SPSS, Analisis Data Statistik Terbaik dengan STATA, Analisis Data Statistik Terbaik dengan WarPLS, Analisis Data Statistik Terbaik di Politeknik Negeri Malang (POLINEMA), Analisis Data Statistik Terbaik di Poltekes Kemenkes, Analisis Data Statistik Terbaik di Universitas Muhammadiyah Malang, Analisis Data Statistik Terbaik di Universitas Wisnuwardhana, Analisis Data Statistik Terbaik Faktorial, Analisis Data Statistik Terbaik Korelasi, Analisis Data Statistik Time Series, Analisis Data Statistik Uji Intrumen Penelitian, Analisis Data Statistik Uji Kolmogorov, Analisis Data Statistik Uji Man Whitney, Analisis Data Statistik Uji T-Student, Analisis Data Statistik Uji Wilcoxon, Analisis Data Statistik Yogyakarta, Analisis Data Statitsik Uji Asumsi Klasik, Konsultasi Statistik Penelitian, Malang, Olah Data SPSS Malang, Pelatihan Statistik Terapan, Pusat Analisis Data Statistik Malang, Survey dan Riset | Tag , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Langkah-Langkah Penelitian

step

Tujuan dari suatu metode penelitian ilmiah adalah untuk menghasilkan data yang objektif, dan tidak bias sehingga dapat dilakukan evaluasi terhadap data yang diperoleh. Untuk dapat menjawab pertanyaan dan hipotesis penelitian, para peneliti harus mengikuti suatu prosedur yang terdiri dari delapan langkah. Namun sekadar mengikuti delapan langkah penelitian tidak menjamin untuk menghasilkan penelitian yang baik, valid, dapat diandalkan, atau bermanfaat.

 

Banyak factor yang dapat mengganggu proses penelitian, factor pengganggu ini dapat merusak bahkan terhadap penelitian yang sudah direncanakan dengan sangat baik. Situasi ini mirip dengan orang yang memasak makanan dengan hanya berpedoman pada resep makanan. Makanan yang diinginkan tidak berhasil dibuat karena kompor tidak bekerja dengan baik, bahan yang tidak bagus, teknik mencampur bahan yang salah dan berbagai factor lainnya. Adapun kedelapan langkah penelitian dimaksud adalah sebagai berikut:

 

  • Pemilihan topic penelitian
  • Tinjauan teori
  • Hipotesis dan pertanyaan penelitian
  • Menentukan metode penelitian
  • Pengumpulan data
  • Analisis dan interpretasi hasil
  • Presentasi hasil penelitian
  • Replikasi penelitian

 

Setiap langkah dari kedelapan langkah tersebut bersifat saling tergantung satu sama lainnya untuk dapat menghasilkan penelitian yang efisien dan efektif. Misal, sebelum melakukan pencarian literatur untuk mendapatkan teori-teori yang mendukung, peneliti harus telah merumuskan masalah penelitian yang dinyatakan secara jelas, untuk dapat merancang metode penelitian yang paling efisien,peneliti harus mengetahui jenis penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Peneliti juga harus memutuskan apakah akan melakukan penelitian kualitatif dengan menggunakan focus group ataukah wawancara tatap muka dengan ukuran sampel kecil, ataukah penelitian kuantitatif dengan menggunakan ukuran sampel besar yang memungkinkan hasil penelitian digeneralisasi terhadap populasi.

Dipublikasi di Analisis Data Kuantitatif di Malang, Analisis Data Statistik, Konsultasi Statistik Penelitian, Olah Data SPSS Malang, Pelatihan SPSS Malang, Pelatihan Statistik Terapan, Pusat Analisis Data Statistik Malang, Survey dan Riset, Training Statistika di Malang | Tag , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar