Metodologi Penelitian Bisnis

a-proses

 

Metodologi penelitian mengalami perkembangan sejalan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan. Perkembangannya diawali keinginan manusia untuk mengetahui serta menyebarluaskan informasi, membantu kelancaran kehidupan sehari-hari, mempermudah proses kebijakan dan pengambilan keputusan, serta pengembangan ilmu pengetahuan. Sebenarnya ketika manusia menemui permasalahan dalam kehidupannya, secara alamiah turut membantu mengilhaminya melakukan penelitian. Munculnya permasalahan kehidupan tersebut pada gilirannya akan menggiring manusia untuk menemukan cara-cara mengatasi permasalahan kehidupannya sehingga menentukan proses penelitian berikutnya. Menurut Rummel (1958), metodologi penelitian mengalami perkembangan dalam empat tahap, yaitu: Pertama, periode trial and error, Kedua, authority and tradition, Ketiga, speculation and argumentation, Keempat, hypothesis and experimentation.

Pada periode trial and error. Ditandai dengan adanya ilmu pengetahuan yang bersifat embrio. Pada masa itu manusia tidak menggunakan dalil-dalil deduksi yang logis dalam menyusun ilmu pengetahuan sebagaimana yang diperlukan. Sebagai gantinyammerekan mencoba-coba dan terus mencoba sampai ditemukannya sesuatu yang dianggap memuaskan. Permasalahn tidak dibatasi secara jelas, proses kerja dan cara-cara pemecahannya masih dicari sambil berjalan, observasi yang dilakukan sangat sederhana dan kualitatif. Oleh karena itu kemajuannya hanya setapak demi setapak dan sulit dipastikan karena tidak dilakukan perencanaan secara baik.

Pada periode berikutnya, authority and tradition, ditandai adanya doktrin-doktrin yang harus diikuti dengan tertib tanpa kritik yang berasal dari kutipan pendapat pemimpin-pemimpin pada masa-masa sebelumnya. Apakah pendapat itu salah atau benar tidak menjadi persoalan, asal itu semua diucapkan oleh pemimpin dengan penuh semangat dan penuh keyakinan maka hal itu dianggap sebagai kebenaran yang mutlak. Sebagai contoh: Lahirnya dunia Copernicus pada tahun 953, sebuah teori yang menyatakan bahwa: Duniabukanlah sevagai pusat alam semesta, melainkna hanya suatu satelit dari matahari. Sekitar abad XVI kaum cerdik pandai di Eropa (terutama kaum Yesuit) tidak senang dengan ilmu keras teori dunia Copernicus yang menurut mereka tidak sesuai dengan alam alam logika dan pemikiran mereka. Menurut ajaran kaum Yesuit, dunia adalah pusat alam semesta, surga ada disekitarnya, dan bintang-bintang adalah sinar kerohanian. Namun demikian, dengan dipelopori oleh Galileo yang dilanjutkan Kepler, Drahe, Newton, La Place, dan para ahli perbintangan, akhirnya berhasil menembus keterbelengguan laju perkembangan ilmu pengetahuan yang selama ini tertahan. Mereka akhirnya percaya akan kebenaran dari teori Copernicus. Pada periode ini kehidupan dan kekuasaan para pemimpin sangat memegang peranan penting dalam menentukan roda kehidupan dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Selanjutnya, pada periode speculation and argumentation muncul keraguan dari doktrin yang disampaikan oleh para tokoh penguasa. Melalui ketajaman dialektika dan ketangkasan bicara, orang mulai berkelompok mengadakan diskusi dan debat guna mencari kebenaran dengan argumentasi. Teori Darwin mengenai natural selection dan the survival of the fittest misalnya, mendapat serangan kritik yang sangat tajam dan berlarut, yang masing-masing pihak mengajukan argumentasi yang berbeda. Ilmu pengetahuan yang berkembang pada periode tersebut lebih mengutamakan kemampuan olah pikir dan ketangkasan bicara saja, tanpa ada dukungan pembuktian empiris maupun ajaran tertentu yang dapat dijadikan dasar pemikiran.

Dilandasi konsep berpikir bahwa semua peristiwa di alam semesta ini dikuasai oleh tata aturan dan pola tertentu, orang mulai berusaha keras mencari rangkaian tata pola tersebut untuk menerangkan suatu kejadian. Masa ini disebut dengan periode hypothesis dan experimentation. Diawali dengan ketajaman pikiran membuat dugaan atau hipotesis, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan fakta dari penelitian yang dilakukan, maka ditariklah kesimpulan umum dari dari permasalahan yang diajukan. Dengan proses perkembangan ilmu pengetahuan yang dilakukan secara sistematis tersebut, maka dapatlah diperkirakan bahwa ilmu pengetahuan yang berkembang pada masa ini kebenarannya dapat dipercaya.

Metodologi penelitian pada periode ini memegang peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Proses menemukan solusi dan penarikan kesimpulan dari permasalahan yang dihadapi telah dilakukan menurut cara-cara tertentu yang sesuai dengan kaidah keilmuan, sehingga ilmu pengetahuan yang lahir pada masa ini dapat dijadikan dasar dalam menuntun kehidupan. Ilmu pengetahuan yang berkembang semakin maju sejalan dengan kemampuan manusia dalam mempelajari sebab akibat peristiwa di alam semesta.

Dalam kenyataan dilingkup dunia kerja, sebuah organisasi bisnis dalam berbagai bentuknya, setiap saat dihadapkan pada masalah yang harus mereka pecahkan dengan membuat keputusan yang tepat. Untuk dapat melakukannya, kegiatan penelitian bisnis dapat dilakukan sebagai usaha sistematis dan terorganisir melakukan penyelidikan sehingga ditemukan jawabannya. Solusi akan diperoleh dari hasil penelitian ini, oleh karena itu penelitian bisnis merupakan aktivitas penting bagi manajemen yang akan membantu perusahaan memecahkan berbagai masalah yang dihadapi.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s