Karakteristik Penelitian Ilmiah

The important part

 

Suatu penelitian diartikan ilmiah menurut Sekaran (2003) memiliki karakteristik seperti berikut ini.

  • Mempunyai tujuan yang jelas (purposiveness).
  • Kokoh (rigor), proses penelitian dilakukan dengan hati-hati (prudent) dengan tingkat keakurasian yang tinggi.
  • Dapat diuji (testability) dengan pengujian statistic.
  • Dapat ditiru (replicability) artinya penelitian ilmiah yang dapat diulang dengan menggunakan data yang lain.
  • Ketelitian dan keyakinan (precision and confidence), menunjukkan bahwa ketelitian dan keyakinan tergantung pada hasil peneltian yang diterima umum.
  • Obyektivitas (obyectivity), menunjukan bahwa penelitian ilmiah memeberikan hasil dan kesimpulan obyektif tidak dipengaruhi oleh factor subyektif peneliti.
  • Dapat digeneralisasi (generalizability), bahwa penelitian ilmiah mampu untuk diuji ulang dengan hasil yang konsisten dengan waktu, obyek, dan situasi yang berbeda.
  • Hemat atau sederhana (parsimony), bahwa penelitian mempunyai kemudahan di dalam menjelaskan hasilnya.

Di samping itu, tentunya ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan yaitu:

  • Sistematik, artinya langkah-langkah yang ditempuh sejak dari persiapan, pelaksanaan, sampai pada peneyelesaian laporan penelitian harus terencana secara baik dan mengkiuti metodologi yang benar. Kualitas suatu penelitian banyak ditentukan oleh metodologi yang digunakan.
  • Terkendali, artinya peneliti harus dapat menentukan fenomena yang diamati dan memisahkan fenomena lain yang sifatnya mengganggu. Dalam penelitian dengan metode observasi alamiah, peneliti harus dapat mengidentifikasi fenomena yang relevan dan perlu diamati sehingga kesimpulan yang dibuat yang tidak dicemari oleh fenomena dari variable lain yang merusak data yang dikumpulkan. Dalam penelitian eksperimental, kendali semacam ini menjadi semakin penting karena inferensi mengenai hubungan sebab akibat pada gejala yang diteliti secara eksperimental tidak dapat disimpulkan dengan tepat apabila peneliti tidak mampu mengendalikan variable-variabel eksperimennya.
  • Logic, artinya setiap langkah yang diambil dalam melaksanakan penelitian dapat dijelaskan dan dapat diterima secara nalar apa yang menjadi alas an dalam memilih tindakan tersebut.

sumber: “Merancang Penelitian Bisnis dengan Alat Analisis SPSS & SmartPLS”, Dr Gendro Wijoyo, MM

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s