Hipotesis Penelitian

hipotesis penelitian

 

Hipotesis Penelitian, adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian (oleh karena itu rumusan masalah biasanya disusun dalam bentuk kalimat tanya)

Dikatakan sementara karena jawaban baru berdasarkan pada teori yg relevan, belum berdasarkan fakta empirik hasil penelitian. à hipotesa baru berupa jawaban teoritik.

Tidak semua penelitian harus merumuskan hipotesa. Penelitian yg mempunyai hipotesa biasanya menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian yg tdk memerlukan hipotesa adalah:

  1. penelitian eksploratif,
  2. penelitian deskriptif dan
  3. penelitian kualitatif.

Dalam Hipotesis Penelitian terdapat Hipotesis Kerja & Hipotesis Nol. Hipotesis Kerja dinyatakan dalam kalimat positif; Hipotesis Nol dinyatakan dalam kalimat negatif. (hipotesis kerja disusun berdasarkan teori yg relevan, sedangkan hipotesis nol dirumuskan karena teori yg digunakan masih diragukan kebenarannya)

 

Pada kebanyakan penelitian,peneliti mengembangkan penelitiannya berdasarkan teori yang sudah ada, dan berdasarkan teori tersebut ia membuat perkiraan terhadap hasil penelitian yang akan diperolehnya.

 

Tukey (1986) mengatakan, hipotesis penelitian berfungsi mengemukakan pertanyaan: apakah kita memiliki bukti yang meyakinkan bahwa sesuatu tengah terjadi atau telah terjadi. Misalnya penelitian oleh King (2000) yang mengemukakan suatu hipotesis setelah ia mendalami berbagai teori mengenai fungsi humor bagi manusia. Hipotesis yang dikemukakannya menyatakan bahwa humor yang diucapkan pemain film di tengah berbagai adegan kekerasan pada film fiksi akan mengurangi ketegangan penonton terhadap film bersangkutan. Hasil eksperimen yang dilakukannya mendukung hipotesisnya tersebut.

 

Berdasarkan teori mengenai alasan moral (moral reasoning), Kremar dan Cooke (2001), mengemukakan hipotesis bahwa anak kecil memiliki kemungkinan lebih besar untuk menerima kekerasan sebagai hal yang benar dan sah jika pelaku tindak kekerasan tidak dihukum dibandingkan dengan dihukum. Hasil penelitian mereka menunjukkan adanya kesesuaian dengan hipotesis.

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s