Pertanyaan Penelitian

pertanyaan-penelitian

 

Peneliti dalam menyusun suatu rumusan masalah atau pertanyaan penelitian harus memerhatikan beberapa ketentuan agar mendapatkan rumusan masalah atau pertanyaan penelitian yang baik seperti.

  1. Rumusan masalah harus dinyatakan dalam bentuk pertanyaan yang dikemukakan secara tegas (tidak menimbulkan multitafsir).
  2. Rumusan masalah harus dapat diuji.
  3. Rumusan masalah tidak boleh mengandung subjektivitas atau penilaian personal peneliti (personal value judgement).
  4. Rumusan masalah harus dinyatakan dalam struktur bahasa dan tata bahasa yang baik.

 

Pertanyaan penelitian sangat sering digunakan dalam penelitian untuk memecahkan suatu masalah atau dalam pelaksanaan penelitian mengenai suatu kebijakan di mana peneliti tidak bermaksud untuk melakukan uji statistic terhadap hasil temuan.  Misal, penelitian untuk mengetahui program televise yang disukai masyarakat, atau tingkat sirkulasi surat kabar, bisa jadi hanya berkeinginan untuk menemukan indikasi umum karenanya tidak perlu melakukan pengumpulan data untuk pengujian statistic. Jarang dilakukan orang atau bahkan belum pernah dilakukan. Studi jenis ini disebut dengan penelitian eksploratif karena peneliti belum mengetahui hasil penelitian seperti apa yang akan mereka peroleh. Menurut Tukey (1962), penelitian eksploratif lebih ditujukan untuk mencari indikasi data daripada mencari hubungan sebab akibat. Tujuannya untuk mengumpulkan data pendahuluan guna menyempurnakan pertanyaan penelitian, dan kemungkinan unutk merumuskan hipotesis.

 

Pertanyaan penelitian dapat dinyatakan sebagai pertanyaan sederhana mengenai hubungan antara dua atau lebih variable atau mengenai komponen suatu fenomena. Penelitian eksploratif memberikan jawaban terhadap pertanyaan: Apa yang tampaknya sedang terjadi? Misal, peneliti dapat bertanya,”Seperti apakah karakteristik juru kampanye lingkungan atau aktivis lingkungan?” atau “Apakah kantor berita memiliki cara yang berbeda-beda dalam meliput berita mengenai AIDS-HIV di berbagai wilayah di dunia?”.

 

Peneliti dapat pula mengajukan beberapa pertanyaan mengenai cara surat kabar harian memberitakan topic penelitian: (1) seberapa besar isu-isu kesehatan diberitakan dalam surat kabar harian dibandingkan dengan topic-topik berita lainnya? (2) seberapa banyak pemberitaan mengenai kesehatan memuat pula informasi mengenai organisasi kesehatan, pelayanan, dan pembiayaan jasa kesehatan? (3) apakah surat kabar nasional dan surat kabar local memberitakan isu kesehatan secara berbeda dibandingkan surat kabar lainnya?.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Analisis Data Kuantitatif di Malang, Analisis Data Statistik, Analisis Data Statistik Jember, Analisis Data Statistik Kediri, Analisis Data Statistik Lumajang, Analisis Data Statistik Makasar, Analisis Data Statistik Malang, Analisis Data Statistik Mataram, Analisis Data Statistik Medan, Analisis Data Statistik Nganjuk, Analisis Data Statistik Palembang, Analisis Data Statistik Pasuruan, Analisis Data Statistik Probolinggo, Analisis Data Statistik SEM, Analisis Data Statistik Sidoarjo, Analisis Data Statistik Situbondo, Analisis Data Statistik Terbaik di Universitas Muhammadiyah Malang, Pusat Analisis Data Statistik Malang dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s