Analisis Korelasi

Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua
variabel (bivariate correlation) atau lebih dari dua variabel (multivariate
correlation).
Beberapa Contoh korelasi:
􀂃1.  Korelasi dua variabel misalnya hubungan banyaknya pemberian
pupuk dengan kesuburan tanaman. Dari contoh ini maka variabel
banyaknya pemberian pupuk adalah variabel bebas (independent)
yaitu variabel yang mempengaruhi. Sedangkan kesuburan
tanaman merupakan variabel terikat (dependent) yaitu variabel
yang dipengaruhi.
􀂃2.  Korelasi banyak variabel adalah hubungan antara tinggi badan dan
jenis makanan terhadap kecepatan berlari. Dari contoh ini maka
variabel tinggi badan dan jenis makanan merupakan variabel bebas
(independent) yaitu yang mempengaruhi, sedangkan kecepatan
berlari merupakan variabel terikatnya.
Untuk menentukan seberapa besar hubungan antar variabel, dapat
dilakukan dengan menggunakan koefisien korelasi, atau ada juga yang
menyebut indeks korelasi. Besarnya koefisien korelasi bergerak dari
0,000 sampai +/- 1,000. Tanda +/- bukan operasi matematis, tetapi
merupakan tanda. Sehingga diketahui korelasinya negatif ataukah
positif. Contoh korelasi positif: hubungan antara IQ terhadap prestasi
belajar, semakin tinggi IQ maka prestasi semakin baik, sebaliknya
semakin rendah IQ maka semakin buruk juga prestasinya.
Sedangkan contoh korelasi negatif: hubungan antara kesadaran
membayar pajak dengan kekayaan negara, semakin tinggi kesadaran
membayar pajak, maka kekayaan negara akan semakin banyak,
sebaliknya semakin rendah kesadaran membayar pajak, maka semakin
sedikit kekayaan negara. (hanya ilustrasi contoh, bagi yang merasa
rendah kesadaran membayar pajaknya ya…pikir sendiri deh he he he).
Program SPSS menyediakan fasilitas analisis korelasi yang terdiri atas
korelasi parametrik dan korelsi non parametrik. Analisis korelasi
parametrik menggunakan teknik korelasi dari Pearson. Data yang
dianalisis harus bersifat kontinum, yaitu data ratio dan data interval
(dalam spss kedua jenis data ini dikenal dengan satu nama yaitu scale).
Sedangkan korelasi non parametrik menggunakan teknik korelasi
Spearman atau Tau Kendall. Data yang dianalisis harus berbentuk
kategori, yaitu data ordinal dan data nominal.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Analisis Data Statistik, Analisis Data Statistik Ambon, Analisis Data Statistik Bali, Analisis Data Statistik Bandung, Analisis Data Statistik Banyuwangi, Analisis Data Statistik Batam, Analisis Data Statistik Bekasi, Analisis Data Statistik Biplot, Analisis Data Statistik Bogor, Analisis Data Statistik Bondowoso, Analisis Data Statistik Brunei, Analisis Data Statistik CFA, Analisis Data Statistik Cluster, Analisis Data Statistik Conjoint, Analisis Data Statistik Denpasar, Analisis Data Statistik Deskriptif, Analisis Data Statistik di Universitas Brawijaya, Analisis Data Statistik di Universitas Islam Malang, Analisis Data Statistik di Universitas Merdeka, Analisis Data Statistik di Universitas Negeri Malang, Analisis Data Statistik di Universitas UIN Maliki Malang, Analisis Data Statistik Diskriminan, Analisis Data Statistik EFA, Analisis Data Statistik GSCA, Analisis Data Statistik Inferensia, Analisis Data Statistik Jakarta, Analisis Data Statistik Jayapura, Analisis Data Statistik Jember, Analisis Data Statistik Jombang, Analisis Data Statistik Kediri, Analisis Data Statistik Klaten, Analisis Data Statistik Korespondensi, Analisis Data Statistik Lampung, Analisis Data Statistik Lombok, Analisis Data Statistik Lumajang, Analisis Data Statistik Makasar, Analisis Data Statistik Malang, Analisis Data Statistik MANOVA, Analisis Data Statistik Mataram, Analisis Data Statistik Medan, Analisis Data Statistik Multidimension Scaling (MDS), Analisis Data Statistik Nganjuk, Analisis Data Statistik Palangkaraya, Analisis Data Statistik Palembang, Analisis Data Statistik Pasuruan, Analisis Data Statistik Path, Analisis Data Statistik PLS, Analisis Data Statistik Pontianak, Analisis Data Statistik Probolinggo, Analisis Data Statistik Quality Control, Analisis Data Statistik Regresi, Analisis Data Statistik Reliabilitas Survival, Analisis Data Statistik Riau, Analisis Data Statistik Riset Operasi, Analisis Data Statistik SEM, Analisis Data Statistik Semarang, Analisis Data Statistik Sidoarjo, Analisis Data Statistik Singaraja, Analisis Data Statistik Situbondo, Analisis Data Statistik Sobel Test, Analisis Data Statistik Solo, Analisis Data Statistik Sulawesi, Analisis Data Statistik Surabaya, Analisis Data Statistik Tabanan, Analisis Data Statistik Terbaik ANCOVA, Analisis Data Statistik Terbaik ANOVA, Analisis Data Statistik Terbaik dengan AMOS, Analisis Data Statistik Terbaik dengan Eviews, Analisis Data Statistik Terbaik dengan Excell, Analisis Data Statistik Terbaik dengan GeSCA, Analisis Data Statistik Terbaik dengan Minitab, Analisis Data Statistik Terbaik dengan R, Analisis Data Statistik Terbaik dengan SAS, Analisis Data Statistik Terbaik dengan SmartPLS, Analisis Data Statistik Terbaik dengan SPSS, Analisis Data Statistik Terbaik dengan STATA, Analisis Data Statistik Terbaik dengan WarPLS, Analisis Data Statistik Terbaik di Politeknik Negeri Malang (POLINEMA), Analisis Data Statistik Terbaik di Poltekes Kemenkes, Analisis Data Statistik Terbaik di Universitas Muhammadiyah Malang, Analisis Data Statistik Terbaik di Universitas Wisnuwardhana, Analisis Data Statistik Terbaik Faktorial, Analisis Data Statistik Terbaik Korelasi, Analisis Data Statistik Time Series, Analisis Data Statistik Uji Intrumen Penelitian, Analisis Data Statistik Uji Kolmogorov, Analisis Data Statistik Uji Man Whitney, Analisis Data Statistik Uji T-Student, Analisis Data Statistik Uji Wilcoxon, Analisis Data Statistik Yogyakarta, Analisis Data Statitsik Uji Asumsi Klasik, Malang, Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s