Data Berdasarkan Skala Pengukuran

Skala pengukuran dalam penelitian digunakan untuk memberikan nilai pada satuan atribut yang diukur. Ada empat tingkatan skala pengukuran, yaitu :

a. Skala Nominal
Skala nominal adalah skala yang hanya digunakan untuk memberikan kategori saja, misal digunakan untuk memberi label, simbol, lambang, atau nama suatu kategori sehingga memudahkan pengelompokan data menurut kategorinya. Skala nominal merupakan skala yang tingkatannya paling rendah pada suatu penelitian.

Contoh : Jenis kelamin (Laki-Laki, Perempuan)

b. Skala Ordinal
Skala Ordinal adalah skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, akan tetapi jarak atau interval antar tingkatan itu belum jelas. Skala ordinal memiliki tingkatan yang lebih tinggi dibanding skala nominal karena tidak hanya menyatakan kategori saja tetapi sudah dapat untuk menyatakan peringkat.

Contoh: Tingkat pendidikan
a. SD
b. SMP
c. SMA

c. Skala Interval
Skala Interval adalah skala pengukuran yang dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan dan jarak atau interval antar tingkatan sudah jelas namun tidak memiliki nilai 0 (nol) yang mutlak. Skala interval memiliki tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan skala ordinal karena tidak hanya menyatakan peringkat saja akan tetapi jarak antar tingkatan sudah jelas.

Contoh :
a. Suhu
Pada suatu ruangan suhunya 15C sedangkan ruangan yang lain memiliki suhu 30 C. Hal ini dapat dikatakan bahwa selisih suhu antar satu ruangan dengan ruangan yang lain adalah 15C. Akan tetapi bila suatu ruangan bersuhu 0C BUKAN berarti ruangan tersebut tidak ada suhunya karena pada skala ini 0 (nol) bukan merupakan nilai yang mutlak.

b. Jam / penanggalan
Jarak antara jam 01.00 sampai dengan jam 05.00 adalah sama dengan jarak antara 05.00 dengan jam 09.00. Jam 00.00 bukan berarti waktunya kosong (tidak ada nilainya) karena jam 00.00 sama dengan jam 12 malam.

d. Skala Rasio

Skala Rasio adalah skala pengukuran yang dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, dan jarak atau interval antar tingkatan sudah jelas, dan memiliki nilai 0 (nol) yang mutlak. Skala rasio memiliki tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan skala interval karena disamping dapat menyatakan peringkat, jarak antar tingkatan sudah jelas dan juga sudah memiliki nilai nol yang mutlak. Nilai nol mutlak berarti benar – benar menyatakan tidak ada.

Contoh :

Berat badan Toyib 60 kg sedangkan berat badan Sholeh 30 kg. Dengan demikian dapat dikatakan selisih berat badan Toyib dan Sholeh adalah 30 kg. Juga dapat dikatakan bahwa berat badan Toyib 2 kali lebih berat dibandingkan dengan berat badan Sholeh. Apabila berat suatu barang adalah 0 kg maka memang benar – benar barang tersebut tidak memiliki berat.

Tipe skala pengukuran juga berkaitan dengan alat analisis data yang digunakan. Jika skala pengukuran yang digunakan adalah skala nominal dan ordinal maka alat analisis statistik yang digunakan adalah statistik non parametrik. Akan tetapi jika skala pengukuran yang digunakan adalah skala interval dan rasio maka alat yang digunakan adalah analisis statistik parametrik.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Analisis Data Statistik, Konsultasi Statistik Penelitian, Olah Data SPSS Malang, Pelatihan SPSS Malang, Pelatihan Statistik Terapan, Survey dan Riset, Training Statistika di Malang dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s