Metodologi Ekonometrika

ekonometrika-1-31-638

Pengukuran ekonomi atau ekonometrika merupakan pengukuran ilmiah sehingga untuk melakukan pengukuran ekonomi atau menganalisis masalah ekonomi harus didasarkan pada metode ilmiah. Metodologi ekonometrika merupakan tahapan yang harus dilalui untuk melakukan analisis terhadap fenomena ekonomi secara ilmiah. Tahapan pada metodologi ekonometrika adalah sebagai berikut:

  1. Peryataan teori atau hipotesis

Teori Keynesian berkaitan dengan konsumsi, menyatakan bahwa orang (baik wanita maupun pria) akan meningkatkan konsumsinya seiring dengan meningkatnya pendapatan, tetapi peningkatan konsumsi tersebut tidaklah sebesar peningkatan pendapatan mereka.

Keynes mempostulasikan bahwa MPC (Marginal Proipensity to Consume) merupakan tingkat perubahan konsumsi karena adanya perubahan satu unit pendapatan. Nilai MPC lebih dari nol, tetapi lebih kecil dari Satu.

 

  1. Spesifikasi model matematis berdasarkan teori

Meskipun Keynes telah menjelaskan adannya hubungan positif antara pendapatan dengan konsumsi, tetapi Keynes belum menspessifikasikannya dalam model matematis sehingga ahli matematika membuat spesifikasi matematik berdasarkan teori Keynessian sebagai berikut:

Y = β1 + β2X  dimana 0 < β2 < 1

 

Keterangan:

Y = Konsumsi

X = Pendapatan

β1 = Konstanta

β2 = Slope

 

model ekonometrika setidaknya terdiri dari dua golongan variable, yaitu variable terikat (dependent) yang berada pada sebelah kiri tanda persamaan, dan variable bebas (independent) yang berada di sebelah kanan tanda persamaan. Konsumsi (Y) merupakan variable tergantung, sedangkan pendapatan (X) merupakan variable bebas. Jumlah variable bebas tidak harus satu, tetapi lebih dari satu.

 

  1. Spesifikasi model ekonometrik berdasarkan teori.

Model matematika mengasumsikan bahwa terdapat hubungan pasti antara pendapatan dan konsumsi, atau hubugan deterministic. Pada hubungan antar variable ekonomi, suatu variable tergantung tidak hanya dipengaruhi oleh satu variable brbas saja, tetapi juga dipengaruhi oleh beberapa variable lain. Konsumsi tidak hanya dipengaruhi oleh pendapatan, tetapi juga dipengaruhi olej jumlah anggota keluarga, umur dan gaya hidup. Untuk mengakomodasi variable yang tidak diteliti maka fungsi matematik itu diubah menjadi fungsi statistic sebagai berikut:

Y = β1 + β2X + µ

 

Dimana µ merupakan disturbance atau error, yang menggambarkan semua variable yang dapat memengaruhi konsumsi (Y) tetapi tidak dipertimbangkan atau tidak dimasukkan dalam model.

 

  1. Mendapatkan data.

Untuk membuat estimasi maka diperlukan data. Sumber data dapat berasal dari data primer maupun data sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti, langsung dari sumber pertama, sedangkan data sekunder adalah data yang diterbitkan atau digunakan oleh organisasi yang bukan pengolahnya.

 

Pengambilan data dapat dilakukan secara cross section maupun time series. Data cross section adalah data yang dikumpulkan pada satu waktu tertentu pada beberapa obyek dengan tujuan untuk menggambarkan keadaan, sedangkan data time series adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu pada satu obyek dengan tujuan untuk menggambarkan perkembangan. Berikut ini adalah data yang dikumpulkan secara time series dengan periode pengamatan tahun 2000 sampai dengan tahun 2012.

 

Table 1.1: Tabel Konsumsi dan Pendapatan (dalam milyar rupiah)

NO Tahun Y (Konsumsi) X (Pendapatan)
1 2000 24 37
2 2001 25 38
3 2002 25 37
4 2003 26 39
5 2004 27 41
6 2005 28 43
7 2006 29 44
8 2007 30 45
9 2008 31 47
10 2009 32 48
11 2010 33 49
12 2011 32 50
13 2012 35 55

 

  1. Estimasi parameter dari model ekonometrika.

Setelah data dikumpulkan,langkah berikutnya adalah melakukan estimasi terhadap parameter fungsi konsumsi. Dengan menggunakan alat analisis regresi maka diperoleh persamaan berikut:

 

Ŷ = 1,870 + 0,616 X

t = 22,150      R= 0,978

Sig. 0,000

 

Ŷ merupakan nilai estimasi konsumsi berdasarkan persamaan regresi dengan menggunakan data pengamatan tahun 2000 sampai dengan 2012. Angka 1,870 merupakan intercept atau konstanta, yang berarti bahwa jika pendapatan sebesar 0 maka rata-rata konsumsi akan sebesar 1,870. Angka 0,616 merupakan slope yang berarti jika rata-rata pendapatan naik sebesar 1 milyar rupiah maka rata-rata konsumsi akan naik sebesar 0,616 milyar rupiah. Rsebesar 0,978 merupakan koefisien determinasi, artinya variasi perubahan konsumsi 97,8 persen ditentukan oleh variasi perubahan pendapatan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variasi variable lain yang diteliti.

 

  1. Pengujian hipotesis

Pengambilan data dilakukan secara sampling sehingga untuk menguji keberartian koefisien regresi itu perlu dilakukan pengujian secara statistic. Pada persamaan diatas diperoleh nilai

t hitung sebesar 22,150, sedangkan niai t table dengan df = (0,05;11) sebesar 1,796 dan nilai sig. 0,000. Karena nilai t hitung (22,150) > t table (1,976) atau nilai sig. (0,000) < alpha (0,05) maka hipotesis meyatakan semakin tinggi pendapatan, semakin tinggi konsumsi diterima.

 

 

 

 

  1. Peramalan atau prediksi

Berdasarkan persamaan yang diperoleh pada estimasi parameter, persamaan tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk membuat prediksi. Jika pendapatan sebesar 50 maka besarnya konsumsi dapat diprediksi sebagai  berikut:

 

Ŷ = 1,870 + 0,616 X

Ŷ = 1,870 + 0,616 (50)

Ŷ = 32,67

 

  1. Penggunaan model untuk tujuan kebijakan

Setelah model didapatkan maka model tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk merumuskan kebijakan. Misalkan, jika pengeluaran 40 milyar maka akan mengurangi pengangguran 4 persen. Berapa tingkat pendapatan yang diperlukan untuk mencapai target pengeluaran 40 milyar?

40 = 1,870 + 0,616 X

0,616 X = 40 – 1,870

X = 38,130/0,616

X = 61,899

Dengan demikian jika pemerintah hendak mengurangi pengangguran sampai 4 persen, pemerintah harus mendorong pendapatan hingga mencapai 61,899 milyar. Oleh sebab itu untuk mengurangi pengangguran sebesar 4 persen, pemerintah dapat merumuskan kebijakan untuk meningkatkan pendapatan sehingga pada gilirannya dapat mengurangi pengagngguran.

 

1.3 Jenis-jenis Ekonometrika

Pada dasarnya ekonometrika dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu:

  1. Ekonometrika teoretis

Ekonometrika teoretis (theoretical econometrics) berkenaan dengan pengembangan metode-metode pengukuran yang cocok untuk untuk mengukur hubungan ekonomi dengan menggunakan model ekonometrika.

 

  1. Ekonometrika terapan

Ekonometrika terapan (applied econometrics) penggunaan metode ekonometrika yang telah lebih dulu dikembangkan atau dihasilkan oleh ekonometrika teoritis.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di jasa olah data malang, Pusat Analisis Data Statistik Malang, Training Statistika di Malang dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s