Validitas Instrumen

validitas

Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur apa yang ingin
diukur. Data hasil uji coba instrumen digunakan untuk uji validitas instrrumen. Jenis-jenis
validitas instrumen dapat dilihat pada uraian berikut:
(a) Validitas isi: kadang-kadang disebut dengan face validity, ditentukan berdasarkan
landasan teori dan atau pendapat pakar.
(b) Validitas kriteria: diukur dengan cara menghitung korelasi antara skor masing-masing
item dengan skor total menggunakan teknik korelasi product moment (metode
interkorelasi). Menurut Masrun (1979), bilamana koefisien korelasi positif dan > 0.3
maka indikator bersangkutan dianggap valid. Perhitungan koefisien korelasi dapat
dilakukan dengan software SPSS
(c) Validitas unidimensionalitas: diukur dengan Goodness of Fit Index (GFI), bilamana GFI
> 0.90 maka instrumen bersangkutan dikatakan valid (Hair et. al., 1992). Perhitungan
GFI dapat dilakukan dengan software LISREL 8.30 atau AMOS Rel. 4.01. Atau dapat
diukur dengan analsis faktor konfirmatori, yaitu jika terdapat F1 (satu) faktor yang
bermakna (eigen value >1 atau keragaman komulatif sekitar 75 %).

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Analisis Data Kuantitatif di Malang dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s